Sabtu, 15 Mac 2008

sayang Allah tiada bertepi kasih Allah kekal selamanya...

Firman “sayang” Allah untuk Hamba-Nya


Sebuah Riwayat yang diceritakan oleh
Husain, tentang firman Allah Swt yang
berbunyi:
“Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku dan
juga demi kemurahan dan ketinggian
kedudukan-Ku di atas Arsy. Aku akan
mematahkan harapan orang yang berharap
kepada selain Aku dengan kekecewaan.
Akan Aku pakaikan kepadanya pakaian
kehinaan di mata manusia. Aku singkirkan
ia dari dekat-Ku, lalu Aku putuskan
hubungan-Ku dengannya
Mengapa ia berharap kepada selain Aku
ketika dirinya sedang berada dalam
kesulitan? Padahal, sesungguhnya
kesulitan itu berada di tangan-Ku dan
hanya Aku yang dapat menyingkirkannya.
Mengapa ia berharap kepada selain Aku
dengan mengetuk pintu-pintu lain,
padahal pintu-pintu itu tertutup?
Padahal, hanya pintu-Ku yang terbuka
bagi siapapun yang berdoa memohon
pertolongan dari-Ku.
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku
untuk menghalau kesulitannya lalu Aku
kecewakan? Siapakah yang pernah
mengharapkan Aku karena dosa-dosanya
yang besar, lalu Aku putuskan
harapannya? Siapakah pula yang pernah
mengetuk pintu-Ku lalu aku tidak bukakan?
Aku telah mengadakan hubungan yang
langsung antara Aku denga angan-angan
dan harapan seluruh makhluk-Ku.
Akan tetepi, mengapakah mereka malah
bersandar kepada selain Aku? Aku telah
menyediakan semua harapan
hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka
tidak puas dengan perlindungan-Ku?
Akupun telah memenuhi langit-Ku dgn para
malaikat yg tiada pernah jemu bertasbih
kepada-Ku, lalu Aku perintahkan mereka
supaya tidak menutup pintu antara Aku
dan hamba-hamba-Ku. Akan tetepi, mengapa
mereka tidak percaya kpd firman-firman-Ku?
Tidakkah mereka mengetahui bahwa
siapapun yang tertimpa oleh bencana yg
Aku turunkan, tiada yg dpt
menyingkirkannya kecuali Aku? Akan
tetapi, mengapa Aku melihat ia dgn sgala
angan-angan dan harapannya itu slalu
berpaling dari-KU? Mengapakah ia sampai
tertipu oleh selain Aku?
Aku memberikan kpdnya dgn sgala
kemurahan-Ku, apa-apa yg tdk sampai
harus ia minta. Ketika semua itu aku
cabut kembali darinya, lalu mengapa ia
tdk lagi memintanya kepada-Ku untuk
segera mengembalikannya, tetapi malah
meminta pertolongan kepada selain Aku?
Apakah Aku yang memberi sebelum diminta,
lalu ketika di minta tidak Aku berikan?
Apakah Aku ini bakhil, sehingga di
anggap bakhil oleh hamba-Ku? Tidakkah
dunia dan akhirat itu semuanya milik-Ku?
Tidakkah dermawan dan kemurahan itu
adalah sifat-Ku?
Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya
semua harapan? Dengan demikian, siapakah
yang dapat memutuskannya daripada-Ku?
Apapula yang di harapkan oleh
orang-orang yang berharap, andaikan Aku
berkata kepada semua penduduk bumi,
“MINTALAH KEPADAKU!”.Aku pun lalu
memberikan kepada masing-masingorang,
pikiran apa yg terpikir pada semuanya.
Dan semua yg kuberikan itu tdk akan
mengurangi kekayaan-Ku meskipun sebesar
debu. Bagaimana mungkin kekayaan yg
begitu sempurna akan berkurang,
sedangkan Aku mengawasinya?
Sungguh, alangkah celakanya orang yg
terputus dari rahmat-Ku. Alangkah
kecewanya orang yang berlaku maksiat
kepada-Ku dan tdk memperhatikan Aku, dan
tetap melakukan perbuatan yg haram
seraya tdk malu kepada-Ku”

Teruntuk hamba-Ku yg Tiada Lelah Berdoa,,,

Tiada ulasan:

Catat Komen

Assalamualaikum... :)

Tunjukkan aku kawan jalan mana arah kejayaan....